KETIKA AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH TIDAK DIJADIKAN SUMBER HUKUM

KETIKA AL-QUR'AN
DAN AS-SUNNAH
TIDAK DIJADIKAN
SUMBER HUKUM

• KETIKA sebagian manusia
tidak menjadikan Al-Qur'an
dan As-Sunnah sebagai
sumber hukum ...

• KETIKA sebagian manusia
tidak menjadikan Salafus
Shalih sebagai Manhaj dengan
Pemahaman yang benar ...

Dengan dalih bahwa keduanya
tidak memadai dan relevan lagi,
Bahkan mereka berpegang
pada : ...
- Pendapat Manusia,
- Pendapat Analogi,
- Pendapat Taqlid,
- Pendapat Hawa Nafsu,
- Pendapat  Istihsan
(Menganggap baik),
- Maupun pendapat para
Nenek moyang mereka ..

• TATKALA orang-orang yang
Sadar itu melihat Dunia telah
menguasai para Pencintanya ..

• TATKALA orang-orang yang
Berilmu itu melihat banyak
orang yang tertipu oleh Angan-
angannya ..

- Melihat Syaitan laknatullah
telah berkuasa ..
- Melihat Hawa Nafsu
jadi Pemuka ..
- Melihat Nafsu Angkara
kokoh bertahta ..

• MAKA TIMBULLAH,
- Kerusakan dalam
Fitrah mereka ..
- Kegelapan pada
Hati mereka ..
- Ketumpulan pada
Akal mereka.

Semua itu telah Mewabah
dan merajalela di tengah-
tangah kehidupan mereka,
dan berlangsung dalam
kurun waktu yang sangat lama.

• TIDAK LAMA KEMUDIAN
Muncullah Kekuasan lain
yang manyulap,

- Bid'ah menjadi Sunnah,
- Sunnah dibilang Bid'ah,
- Syahwat menjadi Akal,
- Hawa Nafsu menjadi Petunjuk,
- Kesesatan menjadi Tuntunan,
- Tuntunan dibilang Sesat,
- Munkar menjadi Ma'ruf,
- Kebodohan menjadi Ilmu,
- Riya' menjadi Ikhlas,
- Bathil menjadi Haq,
- Haram menjadi Halal,
- Halal dibilang syubhat
- Kedustaan menjadi Kejujuran,
- Menjilat menjadi Nasihat,
- Kezhaliman menjadi Keadilan.

MAKA APABILA,
Terlihat Fenomena perilaku
buruk semacam itu telah
berkuasa dan melembaga ...
Bendera-benderanya telah
berkibar dimana-mana ...

M a k a   d e m i   A l l a h,

Rasulullah shallallahu'
'alaihi wa sallam bersabda,

"BARANG SIAPA YANG
USIANYA PANJANG SETELAH
AKU TIADA, KALIAN AKAN
MELIHAT 'IKHTILAFAN KATSIRA'
(PERSELISIHAN YANG BANYAK).

MAKA (WAJIB) BERPAGANG
TEGUHLAH KALIAN KEPADA
SUNNAHKU DAN SUNNAH
PARA SAHABATKU YANG
MENDAPAT PETUNJUK
(KHULAFAUR RASYIDIN).

GIGITLAH KEDUANYA
(SUNNAHKU DAN SUNNAH PARA SAHABATKU)
DENGAN GIGI GERAHAMMU
YANG KUAT.

DAN JAUHILAH OLEH
KALIAN PERKARA-PERKARA
YANG BARU (DALAM AGAMA),
KARENA SESUNGGUHNYA
SETIAP PERKARA-PERKARA
YANG BARU ITU BID'AH, DAN
SETIAP BID'AH ITU SESAT."

(HR. Ahmad, IV/126-127,
Abu Dawud no. 4607,
At-Tirmidzi no, 2676,
Al-Baghawi, no. 1/205,
Al-Hakim I/95-96,
Dan syawahid lainnya.
Hadits-Hadits tersebut
Dishahihkan dan disepakati
oleh Imam Adz-Dzahabi
Rahimahullahu Ta'ala.
Dan dishahihkan oleh Syaikh
Al-Albani rahimahullah dalam
Irwa'ul Ghalil no. 2455. Dari
Jalur Sahabat Al-Irbadh bin
Sariyah Radhiyallahu 'anhu)

~ Wallahul Musta'an ~

Subscribe for latest Apps and Games


0 komentar:

Posting Komentar